Penyidikan Kasus Mafia Tanah Lebak Dimulai, Warga Siap Aksi Massa Jilid II ke Jakarta

29
Agu 2023
Kategori : Berita
Penulis : admin
Dilihat :66x

Demo Mafia Tanah Lebak - Chakrabhinus

Tanggal 1 September 2023 nanti, Gedung Menkopolhukam Jakarta akan menjadi saksi bagi ribuan warga dari beragam lapisan masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Mereka berencana menggelar aksi unjuk rasa jilid II terkait kasus mafia tanah.

Masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Banten Bersatu (MBB) telah mempersiapkan aksi yang diklaim akan lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Alasan di balik aksi ini adalah rangkaian kasus dugaan penyerobotan lahan di Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, dan juga dugaan pengambilalihan tanah negara di Desa Cilograng. Dalam beberapa bulan terakhir, perhatian publik tertuju pada dugaan keterlibatan mantan penguasa Lebak dalam kasus-kasus ini.

Berita di sejumlah media massa juga menyoroti bahwa beberapa narasumber dari kalangan aktivis hak asasi manusia dan aktivis lingkungan di Lebak akan berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa ini. Mereka akan menyampaikan orasi mengenai perampasan lahan yang diduga melibatkan salah seorang mantan Bupati Lebak.

Rizwan Comrade, seorang aktivis lokal yang disebut dalam pemberitaan, mengecam tindakan para mafia tanah yang telah merampas hak-hak dan keadilan masyarakat Lebak.

“Kita harus bersatu melawan ketidakadilan ini dan menjadikan tanah di Jayasari dan Desa Cilograng kembali sebagai sumber kehidupan berkelanjutan,” ungkapnya pada media infotangerangkota.id, Sabtu (26/8/2023).

Pengacara dari LBH Chakrabhinus H Rudi Hermanto yang mendampingi warga Desa Jayasari memberikan informasi perkembangan hukum dalam kasus ini. Ia mengungkapkan bahwa proses pelaporan kasus ini di kepolisian telah mencapai tahap penyidikan.

“Saya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Banten. Kami memohon doa agar semua ‘mafia’ segera ditangkap,” kata Rudi Hermanto pada Minggu (27/08/2023). (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar