Cerita Warga Lebak Ikut Program PTSL, Kena Pungli Rp300.000 Mengadu ke Polisi

8
Sep 2023
Kategori : Berita
Penulis : admin
Dilihat :56x

Warga Lebak Pungli PTSL

Sejumlah warga Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengeluhkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam penerbitan Program Pendaftaran Tanah Sistemik Lengkap (PTSL). Mereka ditarik biaya Rp300.000 per bidang.

Salah satu warga yang mengeluhkan pungutan ini adalah Masnah, seorang perempuan yang telah mendatangi Polda Banten pada Kamis, 7 September 2023. Masnah datang ke Polda Banten untuk mengadukan masalah yang dialaminya.

Masnah, seperti banyak warga lainnya, mengaku ikut program PTSL dengan harapan mendapatkan sertifikat tanah yang sah. Namun setelah sertifikatnya jadi, petugas yang menangani program tersebut meminta pembayaran sebesar Rp300.000 sebagai syarat untuk menebus sertifikat.

“Kalau warga tidak membayar uang 300 ribu, sertifikat tidak dikasih,” kata Masnah.

Menurut Masnah, pungutan ini sudah berlangsung sejak tahun 2021. Di kampungnya, ada sekitar 50 warga yang mengurus sertifikat PTSL dan mengalami situasi serupa.

Pengalaman pahit itu juga dirasakan oleh warga lain bernama Keni, ibu rumah tangga yang ikut datang bersama Masnah ke Polda Banten. Keni bahkan mengaku sudah menyerahkan uang Rp100.000 untuk penerbitan sertifikat sebidang tanahnya. Namun, sudah dua tahun berlalu sertifikatnya belum juga diberikan dengan alasan pembayaran belum lunas.

“Bagi saya mengumpulkan uang 300 ribu sangat sulit. Saya baru bisa bayar 100 ribu, tetapi sertifikatnya belum dikasih. Harus lunas dulu,” kata Keni.

Kedatangan warga di Polda Banten ini didampingi aktivis dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Chakrabhinus. Aktivis LBH Chakrabhinus Anugrah Prima berharap polisi dapat menindaklanjuti informasi dan aduan yang telah disampaikan warga.

“Laporan infomasi yang disampaikan warga ini ke Polda Banten diharapkan dapat menjadi petunjuk bagi penegak hukum untuk dapat menindaklanjutinya dan mencari bukti-buktinya serta memproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Anugrah Prima.

Program Pendaftaran Tanah Sistemik Lengkap ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam beberapa kesempatan saat kunjungannya di sejumlah daerah, Jokowi berulang kali menyatakan bahwa Program Pendaftaran Tanah Sistemik Lengkap ini tak dipungut biaya. Meski, belakangan terbit Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri menyebut tarif penerbitan PTSL maksimal Rp150.000. (*)

 

Artikel ini sebelumnya telah tayang di tangerangkota.pikiran-rakyat.com dengan judul “Cerita Warga Lebak Ikut Program PTSL, Kena Pungli Rp300.000 Mengadu ke Polisi”, Klik untuk baca: https://tangerangkota.pikiran-rakyat.com/banten/pr-3477095444/cerita-warga-lebak-ikut-program-ptsl-kena-pungli-rp300000-mengadu-ke-polisi

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar